dianS

it’s “d” web

take it or leave it….

tinggal nunggu aja niy… so many people moved out….

No comment
taintedsong.com taintedsong.com taintedsong.com

10 Mitos Tidur yang Tidak Terbukti

udah lama ga kunjung ke web ndiri, well here i present  one of article, again from KOMPAS.com click here for more
Kamis, 16 April 2009 | 16:13 WIB

KOMPAS.com - Kesibukan seringkali membuat tidur kita terganggu, atau tidak nyenyak. Hal ini tak hanya dialami oleh Anda yang sering bekerja hingga larut malam, tetapi juga ibu rumah tangga yang harus merawat putra-putrinya. Namun kita sering mendengar mitos, sesuatu yang belum bisa dibuktikan kebenarannya, mengenai tidur yang membuat kita memutuskan sesuatu. Misalnya, tidak apa-apa jika beberapa hari ini tidur kita kurang, toh hari Sabtu dan Minggu kita bisa tidur lebih banyak. Sering melakukannya? Agar tidak terjerumus dengan berbagai mitos seputar tidur ini, mari kita lihat apa yang sering kita dengar seputar tidur.

#1 Membayar tidur
Mitos:
Disarankan untuk membayar tidur saat Anda bisa, seperti tidur sampai siang pada akhir minggu.
Fakta: Bangun siang saat akhir minggu memang terdengar menyenangkan, namun lebih penting jika Anda mengatur jadwal tidur yang teratur setiap hari. Waktu tidur dan bangun yang teratur akan membantu Anda tertidur pada waktunya setiap malam.

#2 Berolahraga sore hari
Mitos:
Berolahraga pada sore hari akan membuat Anda lelah sehingga dapat tidur lebih cepat.
Fakta: Berolahraga secara teratur memang membuat kita lebih mudah tidur. Namun pastikan Anda selesai berolahraga sedikitnya tiga jam sebelum tidur. Tubuh yang lebih dingin membuat kita lebih mudah tertidur, karena latihan meningkatkan suhu tubuh. Butuh sekitar enam jam untuk mengembalikan tubuh kita pada suhu normal.

#3 Orangtua tidur lebih sedikit
Mitos: Bertambahnya umur membuat kita tidur kita makin berkurang, atau hanya membutuhkan tidur beberapa jam saja.
Fakta: Sepintas memang terlihat seperti itu, namun orang yang sudah tua membutuhkan waktu tidur yang sama dengan orang yang lebih muda, yaitu tujuh hingga sembilan jam sehari. Pola tidur mereka yang berubah: cenderung tidur lebih banyak saat siang hari, atau tidur-tidur ayam.

#4 Mengistirahatkan otak
Mitos: Tidur diperlukan agar otak dapat beristirahat.
Fakta: Tidur memang sangat diperlukan, namun bukan otak yang butuh beristirahat, melainkan tubuh. Otak kita masih bekerja saat kita tidur, dan mengontrol fungsi-fungsi tubuh. Contohnya, bernafas.

#5 Bangun tengah malam
Mitos: Jika Anda terbangun tengah malam, sebaiknya tetap berbaring dan mencoba tidur kembali. Bangun hanya membuat Anda terjaga lebih lama.
Fakta: Jika Anda tidak dapat tertidur kembali dalam 15-20 menit, bangunlah. Pergilah ke ruangan lain, dan lakukan sesuatu yang rileks, seperti mendengarkan musik atau membaca. Bila Anda hanya berbaring dan berusaha keras tidur kembali, Anda hanya akan merasa gelisah, dan sulit tidur kembali.

#6 Tidur-tiduran dulu di kamar
Mitos: Sebelum benar-benar tidur, sebaiknya kita beraktivitas dulu di dalam kamar. Hal ini akan membuat Anda siap tertidur.
Fakta: Makin banyak aktivitas yang Anda lakukan di kamar tidur -entah nonton TV, main internet- makin sulit Anda tertidur di sana. Sebaiknya gunakan kamar tidur hanya untuk tidur dan melakukan hubungan seksual.

#7 Seks pada malam hari
Mitos: Berhubungan seks pada malam hari hanya akan membuat Anda segar dan terjaga terus.
Fakta: Sebenarnya, hubungan seks melepaskan hormon endorfin yang membuat Anda merasa nyaman dengan diri Anda. Melepaskan stres tentu membuat Anda lebih mudah tertidur.

#8 Suhu ruangan
Mitos:
Meringkuk di bawah selimut tebal akan membuat Anda lebih cepat tertidur.
Fakta: Tubuh lebih mudah masuk ke dalam sleep mode jika suhu ruangan lebih dingin. Jadi jika Anda harus menggunakan penghangat atau sesuatu yang membuat nyaman, bukalah jendela sedikit untuk membiarkan udara segar masuk. Anda tentu tidak ingin kedinginan, tapi juga tidak ingin kepanasan bukan?

#9 Mendengkur
Mitos: Mendengkur biasa terjadi, dan tidak membahayakan kesehatan.
Fakta: Memang umum terjadi, dan tidak membahayakan kebanyakan orang. Namun hal ini mungkin juga merupakan gejala kelainan tidur yang disebut “sleep apnea” yang dapat mengancam kesehatan. Jika Anda mendengkur dengan keras, dan ada jeda yang panjang pada dengkuran Anda, konsultasikan pada dokter. Penyakit ini bisa diobati.

#10 Minum alkohol
Mitos: Segelas anggur dapat membantu menenangkan Anda, dan membuat tidur lebih cepat.
Fakta: Minuman beralkohol dapat membuat Anda lelah, dan tidur lebih cepat (tidak heran jika minum terlalu banyak bisa membuat Anda ambruk), namun hal ini bisa membuat tidur Anda terbagi-bagi, dan terbangun sepanjang malam.

No comment
taintedsong.com taintedsong.com taintedsong.com

Quote of the week

Quote ini gw posting jg di note fb gw… yang bikin spesial ternyata Rudy jg nempel niy quote di blognya dia, padahal ga janjian hehehe…

William Jennings Bryan says….

“Destiny is not a matter of chance, it is a matter of choice; it is not a thing to be waited for, it is a thing to be achieved”

wants to know more about William Jennings Bryan
No comment
taintedsong.com taintedsong.com taintedsong.com

Facebook Mengancam Kesehatan Mental

artikel ini gw comot sehubungan dengan gw yang lagi gandrung banget sama facebook hehehe….

Facebook Mengancam Kesehatan Mental

Sakit punggung dan cidera jari tangan juga merupakan beberapa gangguan fisik yang dialami.

Senin, 2 Maret 2009 | 13:09 WIB

Beberapa waktu lalu muncul laporan mengenai tanda-tanda orang kecanduan Facebook atau situs jejaring sosial lainnya, misalnya Anda mengubah status lebih dari dua kali sehari dan rajin mengomentari perubahan status teman. Anda juga rajin membaca profil teman lebih dari dua kali sehari meski ia tidak mengirimkan pesan atau men-tag Anda di fotonya.

Laporan terbaru dari The Daily Mail menyebutkan, kecanduan situs jejaring sosial seperti Facebook atau MySpace juga bisa membahayakan kesehatan karena memicu orang untuk mengisolasikan diri. Meningkatnya pengisolasian diri dapat mengubah cara kerja gen, membingungkan respons kekebalan, level hormon, fungsi urat nadi, dan merusak performa mental. Hal ini memang bertolak belakang dengan tujuan dibentuknya situs-situs jejaring sosial, di mana pengguna diiming-imingi untuk dapat menemukan teman-teman lama atau berkomentar mengenai apa yang sedang terjadi pada rekan Anda saat ini.

Suatu hubungan mulai menjadi kering ketika para individunya tak lagi menghadiri social gathering, menghindari pertemuan dengan teman-teman atau keluarga, dan lebih memilih berlama-lama menatap komputer (atau ponsel). Ketika akhirnya berinteraksi dengan rekan-rekan, mereka menjadi gelisah karena “berpisah” dari komputernya.

Si pengguna akhirnya tertarik ke dalam dunia artifisial. Seseorang yang teman-teman utamanya adalah orang asing yang baru ditemui di Facebook atau Friendster akan menemui kesulitan dalam berkomunikasi secara face-to-face. Perilaku ini dapat meningkatkan risiko kesehatan yang serius, seperti kanker, stroke, penyakit jantung, dan dementia (kepikunan), demikian menurut Dr Aric Sigman dalam The Biologist, jurnal yang dirilis oleh The Institute of Biology.

Pertemuan secara face-to-face memiliki pengaruh pada tubuh yang tidak terlihat ketika mengirim e-mail. Level hormon seperti oxytocin yang mendorong orang untuk berpelukan atau saling berinteraksi berubah, tergantung dekat atau tidaknya para pengguna. Beberapa gen, termasuk gen yang berhubungan dengan sistem kekebalan dan respons terhadap stres, beraksi secara berbeda, tergantung pada seberapa sering interaksi sosial yang dilakukan seseorang dengan yang lain.

Menurutnya, media elektronik juga menghancurkan secara perlahan-lahan kemampuan anak-anak dan kalangan dewasa muda untuk mempelajari kemampuan sosial dan membaca bahasa tubuh. “Salah satu perubahan yang paling sering dilontarkan dalam kebiasaan sehari-hari penduduk Inggris adalah pengurangan interaksi dengan sesama mereka dalam jumlah menit per hari. Kurang dari dua dekade, jumlah orang yang mengatakan bahwa tidak ada orang yang dapat diajak berdiskusi mengenai masalah penting menjadi berlipat.”

Kerusakan fisik juga sangat mungkin terjadi. Bila menggunakan mouse atau memencet keypad ponsel selama berjam-jam setiap hari, Anda dapat mengalami cidera tekanan yang berulang-ulang. Penyakit punggung juga merupakan hal yang umum terjadi pada orang-orang yang menghabiskan banyak waktu duduk di depan meja komputer. Jika pada malam hari Anda masih sibuk mengomentari status teman Anda, Anda juga kekurangan waktu tidur. Kehilangan waktu tidur dalam waktu lama dapat menyebabkan kantuk berkepanjangan, sulit berkonsentrasi, dan depresi dari sistem kekebalan. Seseorang yang menghabiskan waktunya di depan komputer juga akan jarang berolahraga sehingga kecanduan aktivitas ini dapat menimbulkan kondisi fisik yang lemah, bahkan obesitas.

Tidak heran jika Dr Sigman mengkhawatirkan arah dari masalah ini. “Situs jejaring sosial seharusnya dapat menjadi bumbu dari kehidupan sosial kita, namun yang kami temukan sangat berbeda. Kenyataannya situs-situs tersebut tidak menjadi alat yang dapat meningkatkan kualitas hidup, melainkan alat yang membuat kita salah arah,” tegasnya.

Namun, bila aktivitas Facebook Anda masih sekadar sign in, mengonfirmasi friend requests, lalu sign out, tampaknya Anda tak perlu khawatir bakal terkena risiko kanker, stroke, bahkan menderita pikun.

No comment
taintedsong.com taintedsong.com taintedsong.com

Mengelola Sebuah Gaji

setelah sekian lama ga posting artikel… niy gw suguhin artikel yang gw comot dari sini

Rabu, 18 Februari 2009 | 12:10 WIB

Mengelola gaji sebenarnya sangat mudah untuk dipahami, yaitu: Gaji hanya dipergunakan untuk membayar seluruh biaya hidup di masa kini dan masa depan, dan bukan dipakai untuk membayar ongkos hidup masa lalu.

Uang makan, transportasi, biaya komunikasi, dan lain-lain, termasuk biaya hidup masa kini. Sedangkan menabung, menyiapkan dana darurat, dan menyiapkan pensiun, adalah biaya hidup masa depan. Menurut Freddy Pieloor, CFP, perencana keuangan dari PT Antara Intermediary Indonesia, ada tiga masa dalam pengelolaan gaji, yaitu:

1. Masa Krisis
Suatu keadaan di mana Anda memiliki utang yang sangat besar, dan Anda harus berjuang sekuat tenaga untuk menyelesaikan utang yang berbunga sangat tinggi (utang kartu kredit & kredit tanpa agunan). Anda harus membayar utang tersebut dari gaji Anda sebesar 50 persen dari gaji Anda.

Pada situasi seperti ini tunda dahulu membangun berbagai rekening dan membeli proteksi asuransi. Bila perlu Anda menjual barang berharga (emas) atau mencairkan deposito untuk membebaskan diri dari jeratan dan biaya bunga wow gede.

2. Masa Kredit
Situasi di mana Anda hanya memiliki utang KPR & KPM (rumah dan mobil) yang sudah Anda rencanakan dalam jangka panjang. Di sini alokasi gaji Anda sebesar 10 persen untuk dead account (dana pensiun), 20 persen untuk membayar kredit, 10 persen membangun safety net (dana darurat), dan 60 persen membayar ongkos hidup.

3. Masa Nyaman
Situasi di mana Anda tidak lagi memiliki segala bentuk utang yang memberatkan. 10 persen untuk dead account, 20 persen membangun safety net, 65 persen untuk ongkos hidup, dan 5 persen untuk biaya entertainment (ngopi dan hang out). Setelah safety net Anda telah berjumlah 6-12 kali gaji Anda, maka selanjutnya silakan bangun growing & business account.

So, Anda boleh ngopi dengan 5 persen dari gaji Anda, setelah Anda memasuki masa nyaman (terbebas dari utang). Bila belum, cobalah siasati dengan ngopi hanya sebulan sekali. Dan belajar soal mix and match pakaian, sehingga Anda tidak perlu sering-sering belanja pakaian. Coba bongkar lemari pakaian, masih banyak koleksi yang bisa disiasati tanpa perlu membeli koleksi baru.

2 Comments
taintedsong.com taintedsong.com taintedsong.com