dianS

it’s “d” web

someone said…

sederhana.. ya, wajahnya sangat sederhana.. aku tidak begitu ingat kedua matanya.. yg pasti teduh.. kalaupun senyumnya bisa kugambarkan.. mungkin hanyalah sebatas kesejukan tetesan embun pagi.. yang jatuh pada mawar merah yg liar…
selalu ku mencari garis lurus.. agar mataku terhubung pada wajahnya.. diantara manusia-manusia itu sela-sela selalu kucari.. lubang-lubang penghubung mataku dengannya.. seperti orang dalam kegelapan [...]

Read the rest of someone said…